5 Makanan Khas Indonesia yang Menjadi Warisan Budaya 

Makanan Khas Indonesia – Intangible cultural heritage atau warisan budaya tak benda adalah sesuatu yang abstrak seperti seni pertunjukan, tradisi hingga kuliner. Menjadi peninggalan yang bisa diciptakan kembali dan menjadi identitas berkelanjutan.

Penting sekali bagi masyarakat Indonesia untuk mengetahui warisan budaya tak benda apa saja yang ada. Salah satu yang mudah adalah kuliner, karena bisa dibuat sendiri di rumah.

Proses sebuah kuliner khas menjadi warisan tak benda pun tidak mudah. Perlu usulan dari pemerintah daerah atau komunitas ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Usulah kemudian disaring dan dilanjutkan untuk ditetapkan oleh UNESCO. Sebagai masyarakat Indonesia, harusnya tau dong apa saja kuliner yang menjadi warisan budaya tak benda.

Makanan Khas Daerah di Indonesia yang Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Keuntungan terbesar jika kuliner telah menjadi warisan budaya tak benda adalah tidak mudah diklaim oleh negara lainnya. Sehingga nantinya generasi penerus mengetahui asal usul budaya tersebut.

Nah sebagai warga Indonesia yang baik, tentunya perlu mengetahui makanan apa saja yang sudah diakui sebagai warisan budaya seperti yang dikutip dari Web Portal Catering

  1. Memek, bubur dari Aceh

Warisan budaya tak benda yang baru saja ditetapkan adalah ‘memek’ yaitu hidangan bubur manis terbuat dari beras ketan dan juga santan. Makanan ini ditetapkan pada tahun 2019 lalu. Makanan ini adalah kuliner tradisional asli dari Pulau Simeulue Aceh. Disebut dengan ‘memek’ sebenarnya berasal dari kata mamemek yang artinya mengunyah-ngunyah.

Di Aceh sendiri panganan ini sangat mudah ditemukan, banyak dijajakan di pinggir jalan dengan harga lima ribu rupiah per cup. Padahal proses memasaknya cukup lama yaitu hingga beberapa jam sampai beras ketan berubah menjadi bubur. Sedangkan bumbu yang dibutuhkan hanya gula dan garam saja, namun rasanya begitu lezat.

  1. Angeun Lada, hidangan pedas dari Banten

Bagi kamu yang sangat suka dengan makanan pedas seperti gulai perlu kenal dengan Angeun Lada yang merupakan hidangan khas dari Banten. Kuah pedas cabai dimasak bersama dengan santan untuk menghadirkan rasa guruh. Isi dari makanan ini adalah sayuran dan juga jeroan.

Angeun lada menjadi hidangan wajib saat hari raya idul fitri selain opor yang dinikmati bersama dengan ketupat. Selain waktu hari raya, makanan ini juga menjadi suguhan saat acara penting seperti pernikahan dan khitanan. Kuliner ini telah ditetapkan menjadi salah satu warisan tak benda Indonesia tahun 2014.

Baca Juga: Pendapat Para Konsumen Mobil

  1. Ikan Asam Pedas, kuliner Pontianak

Dari Jawa kini beralih ke kuliner Kalimantan tepatnya dari Pontianak yang disebut dengan ikan asam pedas. Ikan asam pedas menjadi warisan kuliner tak benda pada tahun 2018 bersamaan dengan dua kuliner lainnya yaitu pacer nanas dan sayur keladi. Yang membuatnya sangat khas adalah kuah berwarna merah dan kental dimasak bersama bumbu rempah khusus.

Rasanya sangat pedas dan juga segar karena dimasak dengan buah nanas dan cabai merah. Semua bumbu digiling hingga halus kemudian ditumis. Ikan yang digunakan bisa dari berbagai jenis ikan sungai atau ikan laut seperti yang dikutip dari blog informasi catering.

  1. Gutel, jajanan tradisional Tanah Gayo

Jika memek adalah bubur, ada satu lagi jajanan Aceh yang juga menjadi warisan budaya yaitu gutel. Panganan ini sudah ada sebelum kemerdekaan Indonesia dan masih dilestarikan jadi tidak heran jika statusnya kini menjadi warisan budaya tak benda. Jajanan khas Aceh ini dibuat dari tepung beras dan kelapa dan rasanya manis.

Bentuknya seperti telur ayam dan dibungkus dengan daun pandan dan sangat padat. Dulu ketika para penduduk melakukan perang gerilya, gutel menjadi bekal karena tahan selama beberapa hari.

  1. Kapurung, kuliner berkuah khas Palopo

Beralih ke Indonesia bagian tengah terdapat juga kuliner yang menjadi warisan budaya yaitu Kapurung. Kuliner ini lebih tepatnya berasal dari Desa Luwu, Palopo, Sulawesi Selatan. Terbuat dari bahan sagu yang mengental dan dibentuk bulat-bulat. Makanan ini bukanlah jajanan manis melainkan masakan yang dikonsumsi dengan sayur dan daging ikan.

Biasanya disajikan saat panas dengan kuah berbumbu kacang yang kaya rempah. Sagu menjadi pengganti makanan pokok yaitu nasi. Tak hanya mengenyangkan tetapi kapurung juga kaya akan nutrisi.

 

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *