Hp Terbaik untuk Piknik Bagian 2

Equalizer sendiri bisa diakses dari pengaturan di Music. Oya, Music merupakan player default untuk musik. FM Radio seperti biasa aktif bila earphone tercolok. Fiturnya tergolong simpel. Namun sudah ada Record FM untuk merekam siaran radio. Tak ada player khusus untuk video. Artinya kita hanya masuk ke Gallery dan pakai player bawaan untuk membuka fi le video. Playernya bisa baca fi le HD 1080. 7 Kamera Kamera utama 5 MP dan kamera depan 2 MP milik Blade G Lux terlihat biasa saja. Padahal dengan spesifi kasi lainnya yang sudah banyak kompetitornya, ZTE harusnya bisa berikan sesuatu untuk menambah daya tarik. Misalnya, pengaturan. Di deretan pengaturan umum memang ada Color e ect, Scene mode, maupun White balance. Tapi opsinya standar; malah minim pada kamera depan. Beranjak ke pengaturan foto, ada Face detection, Smile shot, HDR, Self timer, Continuous shot, sampai ISO; hanya menyisakan Face detection dan Self timer pada kamera depan. Sementara pada pengaturan video terlihat Audio mode maupun Time lapse interval.

Foto besutan kamera utama maupun kamera depan cukup tajam dan cukup natural untuk sekelasnya. Hanya sering over exposed bila memakai fl ash otomatis. Begitu pun video, cukup mulus ketika diputar kembali di komputer. Hanya mengandalkan shutter sentuh, Blade G Lux menggunakan duo shutter foto dan video. Sekadar catatan, kita bisa jepret foto sambil rekam video. Perpindahan antara kamera utama dan kamera depan pun mudah dilakukan dari ikon di sisi jendela. Tak ada editor video bawaan. Tapi editor foto lumayan banyak fi turnya. Berbagi ke media sosial maupun sekadar disimpan di layanan cloud mudah dilakukan. 7 Daya Saing Produk ZTE sebetulnya sudah sangat dikenal masyarakat.

Dari ponsel sampai modem, mayoritas produknya di-bundling operator dan dibanderol murah. Namun saking lekatnya imej sebagai produk operator, nama ZTE seolah tenggelam. Tak heran ketika jualan dengan bendera sendiri, konsumen agak kagok. Jurus harga murah ketika jualan Blade G Lux memang sedikit membantu. Kami katakan sedikit, sebab seri yang beredar di pasar dengan kisaran harga 1,2 juta rupiah sangat buanyak sekali. Misalnya Huawei Ascend Y520, Advan Vandroid S5D, Mito A50 Fantasy, atau yang lawas seperti HTC Desire VC. Dengan menambah seratus-dua ratus ribu rupiah, konsumen bisa dapat spesifi kasi yang jauh lebih tinggi

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *