Kenaikan Bea Masuk Kendaraan Impor

Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Itulah istilah yang tepat untuk beberapa agen pemegang merek (APM) dan importir umum (IU) di Indonesia saat ini. Belum lama pemerintah menghadirkan aturan baru yang menaikan pajak barang mewah (ppnbm), semula 75 persen menjadi 125 persen. Segala langkah pun dilakukan oleh para APM, mulai dari melakukan penurunan kapasitas mesin untuk menghindari terkena ppnbm, hingga menghadirkan program sales menarik agar tetap meningkatkan minat beli konsumen.

Kini, muncul lagi aturan yang diberlakukan untuk para APM dan IU yang memasukan mobil impor secara utuh ke Indonesia. Ya, pada 23 Juli 2015 lalu, pemerintah memberlakukan kebijakan baru dengan menaikan bea masuk kendaraan impor menjadi 50% dari sebelumnya 40%. Tentu banyak imbas yang terjadi dengan adanya peraturan baru tersebut.

Seperti yang tertuang di Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 132/PMK.010/2015, tentang penetapan sistem klarifkasi barang dan pembebanan tarif bea masuk atas barang impor. Bentuk aturan berlaku itu, ialah kendaraan bermotor untuk pengangkutan 10 orang atau lebih dikenakan bea masuk impor menjadi 20% hingga 50% dan kendaraan bermotor lainnya yang dirancang untuk pengangkutan orang dikenakan tarif bea masuk impor menjadi 50%.

This entry was posted in Otomotif. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *