Masker N95 untuk Pencegahan Partikel Kecil Berbahaya

Penggunaan masker atau respirator merupakan salah satu solusi yang disarankan untuk mengu rangi pajanan particulate matter (PM), yakni partikel yang timbul akibat kebakaran hutan. Berdasarkan penelitian/literatur, masker bedah memang didesain untuk memfilter partikel yang besar. Akan tetapi tidak untuk partikel kecil, sehingga penetrasinya sekitar 60–70% partikel masih dapat masuk ke saluran napas.

Baca juga : Kursus Bahas Jerman di Jakarta

Untuk respirator, terdapat banyak jenis, salah satunya yang cukup baik adalah jenis masker N95, karena dapat menghalangi 95% partikel yang masuk. Jika digunakan dengan teknik dan cara yang tepat (dibutuhkan individuality fit test), masker N95 dapat mengurangi gejala pernapasan yang timbul akibat pajanan asap kebakaran. Hanya saja, masker N95 mempunyai keterbatasan penggunaannya, yaitu maksimal hanya 8 jam (disposable).

Selain itu, bagi sejumlah orang, penggunaan mas ker N95 bisa menyebabkan ketidak nyamanan untuk bernapas, kelelahan, atau sakit kepala. Itulah mengapa, orang yang ingin menggunakan masker N95 harus melalui “individuality fit test” atau penyesuaian ukuran pemakai.

Berdasarkan literatur, penggunaan masker N95 direkomendasikan pada seseorang yang harus ber ada di luar ruangan saat kondisi asap cukup pekat dan syaratnya harus dengan “individuality fit test”, dengan waktu penggunaan maksimal 8 jam agar kemampuan proteksinya terjamin baik. Sayangnya, penggunaan masker N95 tidak direkomendasikan pada anak-anak, karena ukurannya tidak sesuai untuk anak.

Ingat, masker N95 hanya berfungsi jika terpasang secara pas dengan wajah pemakai. Mama hamil yang sudah masuk trimester 2 dan 3, juga dilarang menggunakan masker N95. Pasalnya, saat trimester 2 dan 3, umumnya mamil meng alami gangguan bernapas, sehingga penggunaan masker N95 berisiko menghambat pernapasan. Begitu pun dengan orang tua (lansia) serta pasien penyakit kardiovaskular dan pasien penyakit paru kronik yang mengalami kesulitan bernapas.

Masker N95 juga dilarang digunakan di dalam rumah. Bagi kelompok tersebut dan masyarakat yang terkena dampak kabut asap dianjurkan tetap menggunakan masker jenis apa pun yang dibagikan, seperti masker bedah biasa, meski secara efektivitas masker N95 lebih mampu menyaring partikel kecil. Perlu dipahami, sampai saat ini tidak ada satu pun jenis masker/respirator yang dapat memproteksi terhadap semua komponen gas dari asap kebakaran hutan. Penelitian tentang penggunaan berbagai jenis masker pada kondisi kebakaran hutan masih terus berjalan.

 

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *