Pencernaan Sehat Karena Serat Bag2

Jadi, setiap kali waktu makan diharapkan orangtua selalu menyertakan sayur dan buah dalam menu si kecil. Tantangan buat Mama memang bagaimana menjadikan sayur dan buah sebagai sahabat untuk anak. Tentu tidak mudah. Namun, tiga tahapan berikut bisa menjadi panduan bagi Mama untuk melakukannya: ? Tahap pertama: Perkenalan Kenalkan anak dengan sayur dan buah sedini mungkin. Caranya, jika menyajikan makanan harus selalu ada sayur dan buah.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Misal, nasi tim dengan wortel dan kacang polong, atau sup sayur bayam cacah dan tahu. Bisa juga brokoli atau bunga kol dipotong kecil, dikukus, lalu dibungkus dalam kulit pangsit, selanjutnya digoreng dalam minyak panas. Tiriskan, sajikan pada anak dengan cocolan mayones. Intinya, dalam tahap pengenalan, Mama perlu mengolah sayur dan buat sedemikian rupa agar rasa dan tampilannya menarik.

Lalu, ketika makan di restoran pilih menu yang ada komposisi sayurnya. Jika anak sudah mengenal sayur dan buah, ia akan menjadi akrab dapat berlanjut pada tahap kedua. ? Tahap kedua: Persahabatan dengan sayuran dan buah Setiap orang pasti memiliki favorit makanan. Begitu juga anak-anak. Mama tak perlu “menjejali” anak dengan semua jenis buah dan sayur. Tiga atau empat macam buah yang disukai sudah cukup. Nantinya perlahan bisa dikenalkan dengan jenis buah-buahan/ sayuran yang lebih variatif. ?

Tahap ketiga: Membentuk kebiasaan Jika sudah sering menemukan sayuran dan buah pada menu yang akan dimakan, akan menjadi kebiasaan ia untuk makan sayur dan buah setiap harinya. Anak merasa kurang afdol makannya jika tidak disertai buah dan sayur. Yang perlu dicatat, pengolahan pada sayur jangan sampai layu atau malah terlalu matang. Kenapa? Karena pemasakan yang terlalu matang akan merusak vitamin mineral yang ada di dalamnya. Lalu, jika mencuci sayuran dan buah gunakan air mengalir dan tidak ditambahkan bahan kimiawi pencuci sayur atau buah. Dengan langkah-langkah di atas, ditambah contoh dari Mama Papa yang juga penggemar sayuran, alhasil diharapkan anak doyan makan berserat. Oh ya, Ma, satu lagi, jangan memaksa ya.

Sumber : https://eduvita.org/

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *