Pendapat Para Produsen Mobil Mewah Bagian 2

Situasi seperti ini tentu akan menyebabkan penurunan penjualan. Salah satu cara jitu untuk tetap meningkatkan minat beli para calon konsumen dengan menghadirkan program promosi. Sayangnya PT EAU belum menyediakan peluru berupa program menarik, untuk menanggulangi kebijakan baru dari pemerintah. Mercedes­Benz Indonesia pun angkat bicara mengenai kenaikan bea masuk kendaraan impor.

“Kami akan tetap mengikuti aturan pemerintah pada kondisi seperti saat ini,” kata Ananta Wisesa, External Comunication Manager PT Mercedes­Benz Indonesia. Namun dengan adanya aturan baru dari pemerintah mengenai mobil impor ini, tidak berpengaruh begitu besar. Pasalnya Mercedes­Benz sedang gencar menghadirkan produk CKD, yaitu C­Class, E­Class, M­Class, S­Class dan GL­Class. Dan produk CKD dari MercedesBenz, merupakan produk yang memiliki peminat tertinggi dibandingkan dengan line-up CBU yang dimiliki. Lalu bagaimana para Importir Umum yang juga turut merasakan hal serupa dengan APM. Salah satunya adalah Alvin Motor.

Untuk kelas premium seperti Toyota Harrier dan Alphard, memang terpengaruh dengan adanya kenaikan pajak tersebut, Alvin pun ikut menaikan harga mobil sekitar 5% dari harga normalnya. Sedangkan untuk super premium Alvin Motor menaikan harga 5 ­ 10% dari harga normalnya. “Namun untuk kelas mobil super premium seperti Lamborghini, Porsche dan Ferrari tidak begitu terpengaruh karena calon pembeli yang kebanyakan dari kelas menengah ke atas,” kata Alvin A.

William, Komisaris Alvin Motor. Namun Alvin sangat menyayangkan dengan adanya kenaikan pajak tersebut ia merasakan penurunan penjualan selama 2 tahun terakhir ini. Mau tidak mau, Alvin Motor pun memberikan program menarik, seperti menghadirkan mobilmobil terbaru, program tradein dengan harga tertinggi dan bonus gadget Samsung Note 5 dan free coating.

This entry was posted in Otomotif. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *