Resep Mi Sop Berkah Mimpi

Mie Sop Putra Sunda sudah beroperasi sejak 30 tahun lalu. Pemiliknya, (Alm) H Rohim mengaku membuka warung makan lantaran pernah bermimpi didatangi ibunya yang memberikan resep mi sop dan memintanya membuka warung. Rohim lalu menghentikan pekerjaannya sebagai pelayar dan membuka warung mi sop. Setelah menginggal dunia, usaha ini diteruskan putranya, Roni (40).

Baca juga : Catering Pernikahan Jakarta

Namun popularitas mi sopnya tetap terjaga. Terbukti, setiap hari Roni mampu menjual 100 hingga 150 mangkuk mi sop. “Resep yang digunakan masih sama sejak dulu. Saya meracik bumbu yang diajarkan Papa dulu,” jelas Roni, yang masih menggiling bumbu sendiri. Hanya saja, dulu orangtuanya menghaluskan bumbu dengan cara diulek di cobek batu, kini Roni memblendernya agar lebih praktis.

Seperti sang ayah, Roni berjualan mi sop, bakso, dan minuman legendaris es campur dan air asam, menggunakan gerobak. “Bumbu mi sopnya antara lain merica, bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, kapulaga, dan bunga lawang. Semua rempah digiling halus. Kaldunya dari daging ayam yang direbus lama. Selanjutnya daging ayam digoreng untuk tambahan isi mi sop,” terang Roni.

Mi sopnya terdiri dari mi kuning dengan suwiran daging ayam. Saat disajikan, mi sop ditaburi irisan daun bawang, seledri, dan bawang goreng buatan Roni. “Seminggu sekali saya menyetok bawang goreng. Sekali produksi 10 kilogram bawang untuk 1 minggu,” jelasnya. Per porsi mi sopnya dihargai Rp 10 ribu. Bila ditambah bakso, harganya Rp 12 ribu per porsi.

Sedapnya Kecap Langkat

Mi & Nasi Goreng Usaha Muda merupakan usaha warisan dari sang kakek kepada Ramlan. Selanjutnya, warung dikelola Yudi, putra Ramlan yang merupakan generasi ketiga pemilik usaha. Ia menyediakan menu mi goreng, kwetiau goreng, bihun goreng, mi kuning goreng, dan nasi goreng. Per hari Yudi rata-rata menjual 50-100 porsi, baik mi, bihun, kwetiau, ataupun nasi goreng.

Yudi menggelar dagangannya menggunakan gerobak yang ditarik sepeda motor. Ia mangkal di tepi jalan cukup lebar di depan sebuah ruko. Yudi merancang gerobaknya sekaligus sebagai tempat memasak aneka menu yang ditawarkannya. Saat memasak, suara khas orang memasak ketika sutil menyentuh, kerap membuat orang penasaran untuk sejenak singgah dan mencicipi hasil masakannya. Kwetiau termasuk menu yangpaling digemari.

Sajiannya merupakan campuran kwetiau dengan tauge dan sawi yang ditumis bersama bumbu halus. “Bumbunya sudah saya haluskan di rumah, seperti bawang putih, kemiri, dan merica,” paparnya. Menurut Yudi, kunci kelezatan sajiannya terletak pada tambahan saus tomat, kecap, dan besarnya api yang dipakai memasak, sehingga memengaruhi cita rasanya. “Kecapnya saya pakai merek lokal, Kecap Langkat, yang sudah dipakai sejak zaman kakek dan ayah saya berjualan,” jelasnya. Per porsi mi kuning, bihun, kwetiau, dan nasi gorengnya Rp 10 ribu.

This entry was posted in Resep. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *