Sebelum Membeli Perlukah Baca Pengumuman Koran

Saya membeli sebidang tanah dan bangunan di daerah Bekasi. Saat ini bangunan tersebut ditempati oleh sanak saudara. Tanah dan bangunan tersebut dibeli secara tunai dari developer yang mengelolanya. Setelah terjadi proses jual-beli dari pihak developer, dibuat Akta Jual Beli oleh Notaris.

Baca juga : Jual Genset Jakarta

Sampai pada suatu saat, saya mendapat info dari sanak saudara yang menempati bangunan tersebut, bahwa sedang terdapat sengketa atas tanah dan bangunan yang saya miliki beserta dengan beberapa bangunan milik orang lain di sekitarnya. Ternyata setelah diselidiki lebih lanjut, ada gugatan yang diajukan terhadap pihak developer, dan saya diposisikan juga sebagai tergugat dengan dasar bukan pembeli yang beritikad baik.

Alasannya, saya membeli tanah dan rumah yang sedang dalam proses sengketa dan tidak memperhatikan pengumuman koran mengenai permasalahan tersebut. Pertanyaan saya adalah, apakah setiap orang yang ingin membeli tanah dan bangunan memiliki kewajiban untuk memperhatikan pengumuman koran? Mohon penjelasan dari Bapak.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah tenggat waktu panggilan sidang. Kami sarankan, alangkah baiknya Bapak menggunakan kuasa hukum untuk melindungi hak-hak dan kepentingan Bapak dalam persidangan tersebut. Lebih lanjut, Bapak harus memperhatikan pengumuman koran yang dimaksudkan dalam gugatan tersebut.

Mengenai pengumuman koran, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, tidak ada ketentuan mengenai kewajiban dari seorang pembeli untuk melihat pengumuman koran sebelum melakukan transaksi jual-beli atas sebidang tanah. Namun demikian, sebagai seorang pembeli hanya mempunyai kewajiban untuk melakukan pengecekan tanah tersebut berdasarkan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (”SKPT”) yang diterbitkan Kantor Pertanahan setempat.

Merujuk kepada Permenag/ Ka.BPN No. 3/1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, SKPT merupakan surat informasi mengenai data fisik dan data yuridis yang tercantum pada peta pendaftaran, daftar tanah, surat ukur, dan buku tanah yang bersifat terbuka untuk umum. Persyaratan untuk memperoleh informasi mengenai data fisik dan atau data yuridis bidang tanah adalah dengan mengajukan permohonan tertulis dengan menyebutkan keperluannya.

Hal ini biasanya dapat dilakukan saat pengecekan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, menurut pendapat kami, tidak ada kewajiban dari seorang pembeli untuk memperhatikan Pengumuman Koran sebelum melakukan jual-beli atas sebidang tanah dan bangunan. Demik ian penjelasan singkat yang bisa saya sampaikan. Semoga keterangan singkat ini berguna bagi Bapak.

This entry was posted in Rumah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *